Cenderawasih dan Surat yang dititip Tuhan
Perjanjian itu ditulis gelombang dengan kalimat yang dipinjam dari jantung sungai Yordan.
Sekali peristiwa, Tuhan menulis dialog singkat,
Kemudian meletakannya pada celah Perjanjian Baru.
Suatu hari yang tepat, Cenderawasih diutus,
Menjatuhkan firman yang dititip Tuhan pada sayapnya.
Cenderawasih bertanya kepada Tuhan: mengapa Engkau menyuruh aku kesana?
Tidakkah ada tanah lain?
Jawab Tuhan: Nama-Ku masih dijaga oleh jantung laki-laki Papua.
Karena disana ada sungai seperti Yordan,
Juga firman yang Ku tulis dalam noken
Masih ada di antara rambut perempuan Papua.
Mendengar perkataan itu,
Dengan hati-hati Cenderawasih pergi,
Meletakan kakinya pertama kali di tanah Papua.
Bandung, 2017
![]() |
| Everd Scor Rider Daniel |

